Ekosistem Pantai dan Manfaatnya

12:39 PM
ekosistem pantai
Ekosistem pantai memiliki ciri tersendiri dibanding sama ekosistem yang lainnya. Ekosistem yaitu saling ketergantungan antarkomunitas makhluk hidup dan antar makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem pantai ditandai dengan berkembangnya tipe hutan bakau (mangrove) sehingga ekosistem pantai disebut juga dengan ekosistem hutan bakau.

Hutan bakau adalah sejenis hutan yang tumbuh dan berkembang di kawasan pinggir pantai dan muara-muara sungai. Pohon bakau mempunyai akar tunjang menancap kuat di dasar perairan dan bagaian atasnya tidak terendam air. Akar ini berfungsi sebagai organ untuk bernapas dan memperkukuh tegaknya tanaman. Lingkungan fisik tempat tumbuh hutan bakau meliputi daerah yang surut.

Di Indonesia, hutan bakau terbesar berada di sepanjang pantai timur Sumatera, Pantai utara Jawa, dan pantai selatan Kalimantan. Hutan bakau Indonesia juga merupakan yang terluas di dunia. Akan tetapi, sekarang sudah mulai diusik keberadaannya dengan mengambil kayunya atau dijadikan sebagai tambak - tambak ikan atau udang, kawasan hutan bakau banyak menyediakan makanan bergizi bagi makhluk hidup lainnya pada ekosistem pantai, seperti kepiting, siput, udang, cacing, tiram, burung dan monyet.

Ekosistem pantai yang menutup oleh hutan bakau memberi manfaat yang besar bagi manusia, antara lain sebagai berikut:

  1. Melindungi pantai dari abrasi, akar pohon bakau mampu menahan hantaman ombak dari laut sehingga terhindar dari bahaya abrasi pantai;
  2. menahan merembesnya air asin (intrusi) ke daratan. dengan adanya pohon bakau, perembesan air asin ke daratan dapat terhalangi
  3. melindungi ikan dan binarang lainnya. hutan bakau yang padat dengan akar bakau oleh berbagai jenis binatang menjadi tempat perlindungan.
  4. Sebagai penahan sedimentasi yang berlebih, bahan-bahan sedimen yang terbawa pleh sungai akan tertahan oleh akar pohon bakau dan menjadi sumber makanan bagi pohon tersebut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »