Rangkuman "Prospek Ekonomi Indonesia 2014"

Rangkuman "Prospek Ekonomi Indonesia 2014"

Unknown 6:30 PM 0
 Oleh KEN (Komite Ekonomi Nasional)

Perekonomian Global

Kinerja perekonomian global di tahun 2013 lebih lemah dari perkiraan semula. Emerging economy yang sempat diharapkan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dunia menggantikan negara-negara maju, ternyata mengalami perlambatan pertumbuhan yang cukup signifikan, sementara negara-negara maju tampak memperlihatkan perbaikan yang menjanjikan.

Di Asia, pertumbuhan China terus melambat. India pun mengalami masalahnya sendiri. Ekonominya terus melambat dan nilai tukarnya pun terus terpuruk. Negara berkembang di dunia lainpun tampak mengalami perlambatan pertumbuhan juga. Brazil, misalnya diperkirakan hanya akan tumbuh 2,5 persen di tahun 2014. Sementara Meksiko diperkirakan akan tumbuh dengan laju 1,2 persen.

Sebaliknya ekonomi negara-negara maju tampak mulai stabil dan bahkan menunjukkan prospek perbaikan yang lebih menjanjikan. AS, misalnya, memperlihatkan tanda-tanda perekonomian yang semakin baik. Keadaan ini bahkan sempat membuat the Fed berencana melakukan tapering, yang sempat mengguncang pasar finansial dunia. Perekonomian AS diperkirakan akan tumbuh dengan laju 2,6 persen di tahun 2014, lebih cepat dari 1,6 persen di tahun 2013.

Jepang pun menunjukkan kinerja ekonominya yang cukup baik, didorong oleh Abenomics nya, yang terdiri dari tiga mantra kebijakan yaitu fiskal stimulus yang masif, kebijakan moneter yang longar dari bank sentral Jepang, dan strategi pertumbuhan ekonomi untuk mendorong investasi swasta. Target-target spesifik, antara lain, mencakup menaikkan target inflasi hingga 2 persen, dan menaikkan defisit anggaran 2013 menjadi 11,5 % dari PDB. Abenomics berdampak pada pelemahan Yen yang amat signifikan, membuat produk Jepang mengalami peningkatan daya saing di pasar International, maupun di pasar Jepang sendiri. Pertumbuhan ekonomi Jepang pada tahun 2014 diperkirakan akan tumbuh dengan laju 1,6%.

Sementara itu, Eropa sudah memberi indikasi bahwa kawasan tersebut sudah melewati titik terendah dari siklus penurunan ekonominya. Banyak ekonom yang mengatakan Eropa sudah keluar dari resesi, dan akan mulai tumbuh positif di tahun 2014. Para ekonom memperkirakan ekonomi Eropa akan tumbuh dengan laju 1% di tahun 2014.

Sejak tahun 2012 pertumbuhan ekonomi China terus melambat. Pada tahun 2012 perekonomian China tumbuh dengan laju 7,7 persen. Pada tahun 2013 target pertumbuhan sebesar 7,5 % diperkirakan akan tercapai. Pertumbuhan PDB China utamanya didukung oleh investasi yang mencapai lebih dari setengah tingkat pertumbuhan PDB, disusul oleh konsumsi dan ekspor, dengan pertumbuhan masing-masing 3,4 % (YoY) dan 0,1 %. Mereka berencana untuk meningkatkan kontribusi konsumsi dalam negeri terhadap perekonomian, yang saat ini berada di sekitar 46% PDB. Hal ini dilakukan agar mesin pertumbuhan ekonominya lebih berimbang, sehingga ekspansi ekonomi yang terjadi menjadi lebih berkesinambungan. China diperkirakan tumbuh dengan laju 7,4 % ditahun 2014, sedikit lebih lambat dari perkiraan sebesar 7,6 % di tahun 2013.

Perekonomian India terus mengalami perlambatan. Pada tahun 2010 ekonomi India tumbuh dengan laju 10,1 %, turun menjadi 6,8% di 2011, dan menjadi 5,1 % di 2012. Di tengah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini, perekonomian India juga mengalami tekanan sentimen negatif yang disebabkan oleh defisit transaksi berjalan. Impor yang jauh lebih besar dari ekspor membuat neraca perdaganan India mengalami defisit. Pada triwulan kedua 2013 defisit perdagangan India mencapai US$ 21, 8 milyar. Sementara itu, pelemahan mata uang Rupee telah memicu Bank Central India menaikkan suku bunga acuan menjadi 7,5 %. Selain itu, bank sentral juga mengetatkan likuiditas di sistem financial mereka, dan membatasi besarnya investasi yang boleh dilakukan di luar negeri. Ekonomi India akan sedikit diuntungkan oleh kondisi global yang sedikit lebih baik (Utamanya AS dan Eropa). Di tahun 2014 perekonomian India diperkirakan akan tumbuh 4,7 %, sedikit lebih baik dari 4,4 % di 2013.

Perekonomian negara-negara ASEAN (dalam hal ini ASEAN-5) di tahun 2013 mengalami perlambatan yang signifikan, diperkirakan pada tahun 2013 pertumbuhannya 5.0%, di bawah pertumbuhan 2012 : 6,2 %. Perlambatan ini terutama disebabkan oleh menurunnya kinerja perekonomian global, khususnya China, India dan Eropa yang merupakan pasar utama ekspor negara-negara ASEAN. Untuk tahun 2014, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan meningkat menjadi 5,4 %

Indonesia :

Review Keadaan Ekonomi 2013
Kuatnya pertumbuhan kelas menengah telah meningkatkan konsumsi dan membuat impor kita naik dengan signifikan. Sementara itu perekonomian global yang melemah membuat pertumbuhan ekspor kita sulit tumbuh. Harga komoditas yang rendah turut menekan kinerja ekpor kita. Akibatnya, kita mengalami defisit perdagangan, yang telah menekan transaksi berjalan kita. Dengan keadaan yang seperti ini tidaklah mengherankan bila rupiah kita tertekan dan cadangan devisa kita tergerus hingga tinggal US$ 95,68 Milyar pada akhir triwulan ketiga 2013.

Kenaikan harga BBM bersubsidi yang dilakukan pada minggu ketiga Juni 2013 membuat inflasi tahun 2013 berada jauh diatas perkiraan semula. Untuk meredam ekspektasi inflasi BI sudah menaikkan suku bunga hingga 7,5 persen di tahun 2013. Inflasi tahunan diperkirakan mencapai 8,5-9 persen di akhir tahun 2013.

Langkah BI yang mengerek suku bunga ke level 7,5 % bertujuan untuk menekan impor, agar posisi neraca transaksi berjalan menjadi lebih baik. Namun disisi lain, kebijakan moneter kontraktif ini berdampak pertumbuhan ekonomi yang melambat.

Rupiah melemah dengan sifnifikan di tahun 2013. Pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif dari sisi ekternal dan internal. Dari sisi eksternal, isu penghentian kucuran stimulus the Fed (tapering), telah mengakibatkan investor cenderung mengurangi esksposur mereka di negara-negara yang memiliki risiko agak tinggi. Akibatnya, modal cenderung keluar dari negara berkembang, dan mata uang negara-negara tersebut pun cenderung melemah. Dari sisi domestik, sentimen negatif dipicu oleh defisit neraca transaksi berjalan (current account). Kinerja ekspor belum pulih dan laju impor migas yang terus naik menyebabkan neraca perdagangan luar negeri defisit, yang menggerus cadangan defisa Indonesia. BI memandang laju impor harus diperlambat, dengan menaikkan suku bunga dan membuat lemah nilai tukar rupiah. Kenaikan suku bunga diperkirakan akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya juga akan mengurangi permintaan akan produk yang diimpor. Pelemahan rupiah juga diharapkan akan membuat harga produk impor menjadi lebih mahal dan menekan permintaan akan produk impor. Dengan paradigma seperti ini tidaklah terlalu mengherankan bila kita melihat nilai tukar dibiarkan melemah. Kinerja rupiah adalah yang terburuk dibandingkan mata uang negara lain di Asia.

Pada tahun 2013 anggaran pendapatan dialokasikan naik sebesar 10,6 % menjadi 1.502 Triliun rupiah, sementara anggaran belanja meningkat 11,5 persen menjadi 1.726,2 Triliun. Target defisit anggaran 2013 yang ingin dicapai pemerintah sebesar 2,38 persen dari PDB. Hingga akhir Oktober 2013, realisasi anggaran hanya mencapai 67,7 %. Di tahun 2013 pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung melambat. Saat ini motor penggerak ekonomi Indonesia adalah belanja rumah tangga, yang mampu tumbuh hingga 5,5 persen di tribulan III 2013. Sementara itu, laju pertumbuhan ekspor dan investasi cenderung melambat. Untuk menopang ekonomi yang melambat, peran belanja pemerintah menjadi makin penting, penyerapan anggaran menjadi hal yang wajib terus diupayakan. Dengan perkembangan yang disebutkan di atas, perekonomian Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan akan tumbuh dengan laju hanya sebesar 5,7 %.

Pertumbuhan ekonomi setahun terakhir belum mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup banyak, berkualitas dan inklusif. Berbagai program pembangunan pertanian, industri manufaktur maupun jasa tidak secara eksplisit ditargetkan untuk menciptakan lapangan kerja. Terjadi stagnasi/penurunan jumlah pekerja Indonesia selama setahun terakhir menjadi 110,8 juta pekerja pada Agustus 2013 dibandingkan 110,81 pekerja pada Agustus 2012. Jumlah penganggur terbuka menjadi 7,39 juta dari 7,24 juta pada tahun sebelumnya. Pekerja berdasarkan lapangan usaha masih di dominasi sektor pertanian (38,07 juta) dan perdagangan (23,7 juta). Sebagian pekerja berada di sektor informal (60%) dibandingkan sektor formal (40 %). Sekitar dua-pertiga dari keseluruhan pekerja Indonesia hanya berpendidikan SD (52 juta orang) dan SMP (20,5 juta orang). 17,84 juta berpendidikan SMA dan 9,99 juta berpendidikan SMK, 7,57 juta berpendidikan universitas dan 2,92 berpendidikan diploma.

Prospek Perekonomian 2014

Angka inflasi diprediksi akan berada pada level yang relatif rendah dengan asumsi pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi di tahun 2014. Diperkirakan inflasi di tahun 2014 akan cenderung turun dan berada di kisaran 4,75-5,29 persen pada akhir tahun 2014.

BI diperkirakan akan tetap mempertimbangkan defisit transaksi berjalan dalam menentukan kebijakan moneternya. Mengingat kita masih akan mengalami defisit neraca transaksi berjalan dan rupiah yang cenderung lemah, BI diperkirakan akan mempertahankan BI rate pada level 7,5 persen hingga akhir tahun 2014. Kebijakan moneter tidak mendukung pertumbuhan yang lebih cepat. Neraca transaksi berjalan yang diperkirakan masih akan defisit tahun depan, ditambah lagi dengan ekonomi yang cenderung melambat, akan membuat sebagian investor ragu menanamkan modalnya di Indonesia. Akibatnya, di tahun 2014 rupiah diperkirakan akan cenderung stabil lemah dan bergerak dengan nilai rata-rata pada kisaran 10.500-11.500 rupiah per dolar.

Belanja Pemerintah dalam APBN 2014 hanya mengalami pertumbuhan riil sekitar 1,2 persen. Artinya dampak dari belanja fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi secara riil di tahun 2014 akan amat terbatas. Keadaan akan diperburuk lagi oleh masalah penyerapan anggaran yang belum membaik. Jadi daya dorong fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi akan terbatas.

Pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan tidak jauh dengan tren yang terjadi menjelang akhir tahun 2013. Ekonomi akan tumbuh dengan laju 5,5 persen di tahun 2014, lebih lambat dari 5,7 persen di tahun 2013.

Belanja rumah tangga masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2014. Investasi sebenarnya mempunyai peluang untuk tumbuh lebih cepat. Sayangnya, kebijakan moneter yang masih diperkirakan akan ketat akan sedikit memperlambat aktivitas investasi utamanya yang berasal dari dalam negeri.

Permintaan di pasar global pun akan cenderung membaik di tahun 2014. Walaupun perbaikannya belum terlalu kuat, tetapi sudah cukup untuk memberi ruang kepada ekspor kita untuk tumbuh lebih cepat dan memabantu ekonomi kita untuk terus tumbuh.

Akan tetapi kita harus waspada, saat ini ekonomi Indonesia sudah melambat. Bila terus deperlambat (utamanya melalui kebijakan moneter), maka ekonomi kita dapat memasuki masa perlambatan yang berkesinambungan. Indonesia harus lebih berhati-hati dalam memperlambat pertumbuhan ekonominya.

Tahun 2014 adalah tahun yang penuh tantangan bagi perekonomian Indonesia. Ada tiga siklus dalam posisi menurun pada saat yang bersamaan yaitu siklus komoditas, siklus kredit/likuiditas dan siklus politik. Kombinasi ketiga siklus inilah yang menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi dan ancaman terhadap stabilitas ekonomi pada thaun 2014.

Namun apabila pemilu tahun 2014 berjalan dengan lancar dan kita mendapatkan pemimpin yang baik, maka euphoria kepercayaan akan menggerakkan investasi dan aliran dana, sehingga rupiah dan pasar modal bisa mengalami pemulihan pada triwulan IV. Hal ini dapat berkesinambungan jika pemerintah baru mau kerja keras melakukan transformasi struktural.
Dampak Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya

Dampak Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya

Unknown 2:26 PM 9
           Mengetahui jumlah penduduk suatu daerah/negara sanglat penting, walaupun angka yang diperoleh tidak tepat dengan kenyataan/sebenarnya. Angka jumlah penduduk yang diperoleh walaupun telah melalui sensus penduduk merupakan angka/jumlah penduduk yang mendekati kebenaran. Hal ini disebabkan karena sifat dinamis penduduk, sepertinya adanya kelahiran, kematian, dan migrasi, yang bisa berubah sewaktu-waktu.

            Angka/jumlah penduduk sangat penting untuk diketahui dalam suatu wilayah/negara sebab berhubungan dengan kebijakan dalam perencanaan-perencanaan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

            Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 hingga tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup serius, walaupun pertumbuhan mengalami penurunan. Peningkatan jumlah penduduk yang cepet sering disebut ledakan penduduk.

            Seorang ahli kependudukan dari bangsa Inggris, Thomas Robert Malthus mengatakan bahwa penyebab terjadinya ledakan penduduk suatu daerah/negara akibat kemiskinan. Secara logika dapat dikatakan bahwa penghuni bumi ini terus bertambah sedangkan ruang pemukiman di bumi tetap tidak bertambah (Suryani,1987 dalam buku Kependudukan Depdiknas). Penigkatan pertumbuhan penduduk normalnya harus diimbangi dengan pertumbahan bahan pangan, sandang dan papan. Ketidak seimbangan antara bahan pangan, sandangm dan papan dengan pertambahnya penduduk akan mengakibatkan lingkungan hidup semakin rusak dan tingkat produktivitasnya SDA semakin berkurang karena dipaksakan terus pemanfaatannya untuk pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

             Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang tingkat pertumbuhan penduduknya cepat. Pertumbuhan pendududuk Indonesia 1,49%  per tahun (berdasarkan sensus penduduk tahun 2010). Pemerintah  Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Pertambahan penduduk yang tidak dikendalikan akan menimbulkan permesalahn-permesalahan seperti:
  • Kurangnya kesempatan kerja, akan menimbulkan pengangguran dan peningkatan kejahatan.
  • Kerusakan huran akibat penebangan hutan secara serampangan, akan menimbulkan bahaya erosi, tanah longsor dan bahaya banjir.
  • Adanya pemusatan penduduk akibat urbanisasi, akan menyebabkan ketertiban dan keberhasilan lingkungan yang tak terkontrol.
  • Meningkatnya penduduk usia sekolah, akan menyebabkan masalah-masalah yang berhubungan dengan kesempatan mengenyam pindidikan dan biaya pendidikan.
  • Ketersediaan tempat tinggal yang kurang, akan mengakibatkan banyaknya perumahan-perumahan liar yang sangat menganggu keindahan dan ketertiban di kota.
  • Ketersediaan air bersih yang kurang, akan mengakibatkan terganggunya kesehatan.
Melihat permasalahan-permesalahan kependudukan di atas, maka pemerintah telah melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya antara lain:

  • Pembatasan kelahiran bayi dengan program keluarga berencana melalui semboyan "vatus warga". (Catur warga tediri bapak, ibu dan dua anak, laki-laki perempuan sama saja); pembatasan usia perkawinan; pembatasan tunjangan anak bagi PNS; program pendidikan formal di sekolah-sekolah maupun penyuluhan-penyuluhan yang berlangsung kepada masyarakat.
  • Pelaksanaan program tansmigrasi sebagai upaya untuk mengatasi pemusatan penduduk/kepadatan penduduk dan persebaran penduduk yang tidak merata.
  • Pembangunan gedung-gedung sekolah baru beserta fasilitasnya, penyelenggaraan sekolah terbuka, kejar paket sebagai upaya mengatasi kurangnya kesempatan mengenyam pendidikan, dan penyelenggaran beasiswa bagi siswa tak mampu dan berprestasi.
  • Pembangunan perumahan-perumahan murah baik rumah sederhana, maupun rumah sangat sederhana, untuk mengatasi ketersediaan perumahaan yang kurang.
  • Penyelenggaraan hutan lindung, reboisasi, penghijauan serta melarang pertanian sistem ladang berpindah untuk mengatasi kerusakan hutan.
  • Pembangunan industri-industri baru, pusat-pusat perdagangan dan pariwisata sebagai upaya mengatasi kurangnya kesempatan kerja.      
Masalah Kependudukan dan Solusi

Masalah Kependudukan dan Solusi

Unknown 8:50 AM 0
Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alamnya, tetapi masih belum sepenuhnya dimanfakan oleh masyarakat Indonesia dan jangan lupa, negara Indonesia merupakan negara ke-4 dengan jumlah penduduk yang tinggi di dunia. Inilah opini saya terhapap masalah    kependudukan dan solusinya.

Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat,  pemerintah Indonesia kesulitan untuk mensejahterakan masyakatnya, berbagai dampak atas belum meratanya kesejahteraan masyarakat Indonesia mengakibatkan banyak dampak yang berhubungan dengan kependudukan di Indonesia.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh Indonesia adalah sektor ekonomi, dengan bertambanya jumlah penduduk maka lapangan pekerjaan semakin sulit untuk di dapatkan dan tidak mampu untuk menampung orang yang membutuhkan pekerjaan. semkain sulit untuk mencari pekerjaan maka semakin tinggi angka pengangguran di Indonesia, semakin banyak pengangguran semakin banyak pula angka kriminalitas dan angka kemiskinan naik.
Solusi yang harus pemerintah lakukan adalah membuat pelatihan sumber daya manusia Indonesia untuk bisa siap kerja dan membangun atau membuka lapangan kerja baru dengan begitu angka pengangguran yang tinggi dapat diatasi.

Masalah sektor lainnya yaitu dari pendidikan, di Indonesia banyak anak putus sekolah karena disebabkan oleh pertumbuhnya kependudukan yang meningkat setiap tahun yang bisa menghambat lajunya tingkat mutu pendidikan di Indonesia. solusi yang harus dilakukan pemerintah adalah membantu masyarakat menengah ke bawah dalam  sektor pendidikan dengan bantuan tersebut diharapkan penerus bangsa bisa menjadi generasi yang bisa memajukan negara Indonesia.

Masalah selanjutnya adalah masalah belum meratanya kepadatan penduduk dalam suatu wilayah. semakin banyak penduduk dalam suatu wilayah maka semakin sulit untuk mensejahterakan masyarakat dan  semakin sedikit penduduk suatu wilayah maka pembangunan wilayah menjadi lambat. untuk itu pemerintah seharusnya bekerja sama dengan lembaga yang dapat mengendalikan kelajuan jumlah penduduk dalam suatu wilayah di Indonesia dengan tujuan untuk meratakan jumlah penduduk sehingga tidak terjadi ledakan penduduk dalam suatu wilayah. program yang harus dijalankan adalah program transmigrasi dan program KB (Keluarga Berencana). manfaat dari program transmigrasi adalah untuk meratakan penduduk dalam suatu wilayah supaya tidak terjadinya ledakan penduduk dalam suatu wilayah, melainkan supaya setiap daerah atau wilayah memilki jumlah penduduk yang sama.

Masalah kependudukan tidak lain adalah masalah tingginya angka pertumbuhan penduduk, Indonesia adalah negara ke-4 dengan jumlah penduduk yang tinggi di dunia. karena jumlah penduduk yang tinggi banyak orang menganggur, kejahatan dimana-mana, terdapat wilayah yang kumuh dan kelaparan diamana.  Oleh sebab itu, pemerintah membuat langkah yang tepat untuk membuat program KB (Keluarga Berencana) yang tujuannya memberikan bantuan kesehatan masyarakat dan mengontrol pertumbuhan penduduk Indonesia agar tidak ledakan penduduk dengan cepat dan pemerintah harus memberikan penyuluhan terhadap  masyakat awam agar bisa mengerti pentingnya  pendidikan kependudukan dan masalah kependudukan di Indonesia supaya bisa membuat rencana keluarga dengan baik dan agar program KB (Keluarga Berencana) bisa berjalan tanpa ada hambatan.

Diatas adalah opini saya tentang masalah kependudukan dan solusi, semoga bermanfaat..

(Arya Zulfikar Rohmawan. SMAN 1 Mojosari)

Permasalahan Kependudukan di Indonesia

Unknown 12:00 PM 19
sumber gambar : atamarenaperdana93.blogspot.com
Permasalahan kependudukan adalah salah satu masalah yang harus di hadapi di setiap negara, bukan tidak mungkin jika angka kelahiran dari tahun ke tahun akan meningkat, pemerintah akan kesulitan untuk mensejahterakan rakyat karena dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia meningkat dan anggaran untuk membantu rakyat menengah kebawah  juga ikut meningkat. kebutuhan pokok semakin lama semakin menipis, dan lowongan pekerjaan yang terbatas. Bagaimana jadinya negeri ini nantinya?

Permasalah Kependudukan di Indonesia.

Permasalahan kependudukan di Indonesia dibagi menjadi dua permasalahan yaitu kuantitas dan kualitas. untuk memahami lebih jelas, mari kita simak sebagai berikut:

Apakah itu kuantitas penduduk?

Kuantitas penduduk adalah  jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, dan susunan penduduk.

Sumber gambar: desasitiadi.blogspot.com
1. Jumlah Penduduk.

Jumlah penduduk negara Indonesia merupakan urutan ke-4 terbesar setelah China, India, dan Amerika. pertumbuhan penduduk negara Indonesia juga tinggi, sekitar 1.98 % pertahun. sisi positif dari jumlah penduduk  yang tinggi adalah memberdayakannya untuk meningkatkan pembangunan. tetapi ada sisi negatif dari jumlah penduduk yang tinggi, pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk mensejahterakan rakyat. Jika pemerintah tidak mampu, maka akan terjadinya angka penganguran yang tinggi, angka kejahatan juga akan tinggi, pemukiman yang kumuh, dan banyaknya penduduk kekurangan gizi makan.

2. Pertumbuhan Penduduk.

Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun.  berikut ada presentase pertumbuhan penduduk Indonesia: 
Tahun1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, 
Tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun,
Tahun 1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun,
Tahun 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun.

3. Kepadatan penduduk.

Kepdatan Penduduk
Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk adalah luas wilayah dibagi jumlah penduduk  Kepadatan penduduk adalah salah satu masalah kependudukan di Indonesia karena tidak tersebar merata. ada wilayah yang kepadatan penduduknua  yang sangat tingg contohnya pulau Jawa  dan juga ada wilayah dengan kepadatan yang rendah contohnya Pulau Kalimantan. Hal ini disebabkan oleh perekonomian suatu wilayah.




4. Susunan Penduduk.

Susunan penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan umur, jenis kelamin, pekejaan dan lain sebagainya. Susunan penduduk digambarkan seperti piramida atau juga disebut dengan piramida penduduk.

Apakah itu kualitas penduduk?

Kualitas penduduk adalah mutu kehidupan penduduk pada suatu negara. beberapa faktor mutu kehidupan penduduk pada suatu negara yaitu meliputi tingkat pendidikan, tingkat kesehatan dan tingkat pendapatan per kar

1. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan bisa diukur dengan lamanya seseorang menempuh pendidakan formal dan berdasarkan tingkat melek huruf. Tingkat pendidikan bukan menjadi indikator kualitas SDM suatu negara karena kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Seseorang yang memliki pendidikan yang tinggi diharapkan mempunyai produktivitas yang tinggi. Kenyataan di Indonesia kebanyakan seorang yang memiliki pendidikan tinggi atau sarjana banyak yang menganggur. keadaan seperti ini sangat memprihatinkan. Diharapkan tingkat pendidikan berbanding lurus dengan tingkat produktivitas. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang di lakukan pemerintah membawa dampak positif bagi kesejahteraan.

2. Tingkat Kesehatan

Tingkat Kesehatan bisa dijadikan indikator mutu kehidupan suatu negara. karena angka harapan hidup suatu negara tinggi  maka mutu kesehatan penduduk tersebut tinggi pula. Tingkat kesehatan tidak lepas dari pendapatan seseorang, jika sesorang mendapatkan pendapatan yang tinggi maka untuk memperoleh pelayanan kesehatan juga tinggi.  Jika penduduk suatu negara banyak yang sakit maka pembangunan negara tidak berjalan dengan lancar.

3. Tingkat Pendapatan per Kapita

Tingkat pendapatan perkapita ada pendapatan rata-rata penduduk suatu negara setiap tahunnya. Rendahnya pendapatan perkapita dapat mempengaruhi  sektor lain seperi  rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat kesehatan karena terganggu dengan permasalahan perekonomian suatu keluarga.

Bagaimana upaya-upaya untuk mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia?

Berikut adalah upaya-upaya pemerintah untuk mengatasi permasalahan kependudukan di Indonesia

1. Mengontrol tingkat kelahiran  dengan program KB.

Dengan semboyan 2 anak lebih baik, diharapakan anak bisa terurus dengan baik dan sekaligus untuk mengontrol jumlah penduduk.

2. Meratakan kepadatan penduduk.

Menjalankan program transmigrasi dan mulai membangun di daerah luar pulau Jawa. Transmigrasi dilakukan untuk mengurangi kepadatan penduduk.

3. Meningkatkan pelayanan kesehatan

Dengan meingkatkan pelayanan kesehatan diharapkan, masyarakat Indonesia dapat menikmati pelayanan kesehatan. Jika masyarakat termasuk remaja Indonesia yang sehat diharapakn bisa memberikan jasa terhadap negara seperti membuka lapangan pekerjaan.

4. Meningkatkan dan meratakan mutu pendidikan di seluruh daerah

Pendidikan sangat penting bagi sseseorang untuk menjadi seorang yang berguna bagi orang lain. Dengan meratanya  pendidikan di seluruh daerah di Indonesia, diharapkan Indonesia kedepannya dapat memanfaatkan SDA Indonesia dengan baik dan dengan meningkatkan mutu pendidikan diharapkan bisa membuat lapangan pekerjaan.

Semoga tulisan ini  memberikan manfaat :)

Keluarga Berencana
Sumber gambar: Republika.co.id




GenRe (Generasi Berencana): Saatnya Generasi Muda Berencana

Unknown 8:16 AM 2
GenRe (Generasi Berencana) merupakan salah satu program dari  BKKB (Badan Kependuduakan dan Keluarga Berencana). Tujuan dari program ini adalah agar para remaja di Indonesia mengenal program Keluarga Berencana (KB) dan Kependudukan dan tujuan lain dari program ini adalah untuk menghindari sex bebas, narkoba, dan HIV/AIDS di kalangan para remaja Indonesia.

Permasalahan remaja memang harus diperhatikan, karena maraknya permasalahan remaja yang paling menonjol adalah persoalan tentang seksualitas, HIV/AIDS, narkoba dan rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi  dan median usia kawin pertama yang relatif masih rendah (sehatnews.com dan ciputranews.com)

Ungkapan yang harus melekat pada remaja di  program GenRe adalah Say NO To Drugs (ucapkan tidak untuk/pada Narkoba), Say NO to free sex (ucapkan tidak pada sex bebas), GoodBye HIV/AIDS (Selamat tinggal HIV/AIDS). 

Persoalan lain adalah naikknya jumlah penduduk yang membludak. mengingat, jika pertumbuhan penduduk meningkat maka kebutuhan pokok akan menipis, dan lapangan pekerjaan juga akan sulit didapatkan secara sehat. sebagai remaja kita seharusnya  mengerti dan sadar akan hal ini. Ingat Indonesia adalah negara ke-4 dengan  jumlah penduduk yang tinggi.

Dengan adanya kegiatan program GenRe seperti  GenRe Goes to Campus dan GenRe Goes to School, diharapkan para mahasiswa/i dan siswa/i mendapatkam pembelajaran dari sejak dini. Remaja Indonesia hendaknya harus dapat serta merencanakan jauh ke depan , agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.


Aku berharap Program ini berhasil demi kelangsungan hidup terutama remaja  Indonesia,
Yuk ikut GenRe (Generasi Berencana), Saatnya Generasi Muda Berencana!!

salam GenRe :)
Faktor Pertumbuhan Penduduk

Faktor Pertumbuhan Penduduk

Unknown 9:30 PM 0
Kependudukan di Indonesia dari tahun ke tahun meningkat, hal ini membuat pertumbuhan aspek-aspek kehidupan meningkat, mulai dari aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan lain sebagainnya.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyampaikan kalau tahun ini penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,49% per tahun. 

Mengingat pertumbuhan jumlah penduduk suatu negara dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:

  1. Kelahiran.
  2. Kematian.
  3. Perpindahan Penduduk (Migrasi).
Kelahiran dan kematian merupakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk merupakan faktor non-alami. Perpindahan penduduk dibagi menjadi dua, yaitu: migrasi masuk (imigrasi) yang dapat menambah jumlah penduduk dan migrasi keluar (emigrasi) yang dapat mengurangi jumlah penduduk.

1. Kelahiran merupakan faktor alami yang  menambah jumlah penduduk suatu negara. Jika kelahiran tidak di kontrol, bukan tidak mungkin negara tersebut akan mengalami peningkatan pertumbuhan jumlah penduduk. Di Indonesia, sebagain masyarakat  masih mengenal dengan  istilah "Banyak anak banyak rezeki" inilah yang membuat jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya.

2. Kematian merupakan faktor alami yang mengurangi jumlah penduduk suatu negara. Faktor kematian dipengaruhi oleh sarana kesehatan yang kurang, bunuh diri, kecelakaan, perang, bencana alam, pembunuhan, dan randahnya kesadaran terhadap kesehatan di suatu negara.

3. Perpindan Penduduk (Migrasi) merupakan faktor non-alami dalam pertumbuhan penduduk suatu negara. Perpindah Penduduk (Migrasi) adalah perpindahan penduduk dari tempat satu ke tempat yang lain. faktor migrasi adalah persediaan SDA, lingkungan sosial budaya dan potensi ekonomi.